cerita inspirasi

Nama : Jerry Rizki

Nrp : G74100076

Laskar : 11

Cerita inspirasi

Awalanya saya tidak begitu memahami mengenai tujuan saya untuk masa depan saya di muka bumi ini . kegiatan saya sehari-hari hanya bangun pagi lalu pergi sekolah kemudian pulang kembali , makan dan tidur kembali. Kegiatan yang terus berulang-ulang saya lakukan ,seakan tidak ada artinya hari-hari itu, karna saya tidak memikirkan masa yang akan datang . Kadang saya merasa senang dengan kegiatan saya seperti itu karna saya mempunyai banyak waktu luang untuk bersenang-senang menghabiskan waktu dan saya tidak akan kelelahan dengan aktivitas tersebut. Namun kadang juga saya merasa bosan karna saya tidak mempunyai kegiatan yang lain. Suatu saat saya melihat beberapa teman saya mempunyai segudang kegiatan dari belajar biasa, belajar kelompok, kegiatan ekstrakulikuler dan lain-lain. Saya pun memperhatikan kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan lalu hal yang pertama terlintas dalam benak saya adalah apakah dia tidak lelah dengan kegiatannya yang begitu banyak dan bagaimana tugas-tugas sekolah yang berikan kepadanya. Namun kenyataannya mereka memang merasa lelah tapi menurut mereka itu smua menyenangkan dan mereka juga masih bisa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Saya pun terinspirasi untuk mengikuti salah satu kegiatan yang ada di sekolah. Saya pun mendapatkan kegiatan-kegiatan yang baru dalam hidup saya. Sayapun mempunyai senang mendapat teman-teman baru dan pengalaman yang baru pula. Saya mengerti artinya kerjasama yang baik dalam sebuah kelompok. Hal itu dapat mendidik saya untuk hidup bermasyarakat yang baik. Saya juga dapat belajar menjadi pemimpin dalam sebuah kelompok. Saya menjadi terinspirasi untuk menjalani hidup ini dengan kegiatan-kegiatan yang positif agar dikemudian hari di masa yang akan datang dapat berguna dalam kehidupan saya nantinya.

Nama : Jerry Rizki

Nrp : G74100076

Laskar : 11

Cerita inspirasi

Saya mempunyai orang tua yang sangat menyayangi anak-anaknya , tanpa rasa lelah mereka selalu memenuhi keinginan anaknya. Mulai dari anak sulung hingga bungsu mereka menyayanginya tanpa pilih kasih diantaranya. Hari demi hari saya lalui dengan bahagia bersama keluarga saya. Walaupun orang tua saya harus sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Karena kesibukan yang dijalani mereka dengan mempunyai anak-anak yang masih kecil maka orang tua saya mempekerjakan pembantu rumah tangga untuk meringankan pekerjaan rumah di saat anak-anak mereka masih berusia dini. Memang benar dengan mempekerjakan pembantu rumah tangga dapat meringankan pekerjaan rumah ibunya, namun hal itu jga dapat berdampak buruk bagi psikologi anak-anaknya, di tambah lagi orang tua saya selalu memanjakan anak-anaknya. Apapun yang saya mau mereka mengabulinya. Jika saya membutuhkan sesuatu di dalam rumah saya tinggal berteria “bibi” lalu dia menghampiri saya dan saya mengatakan apa yang saya mau maka dia akan membawakan pada saya. Kata-kata mandiripun tidak ada dalam kamus saya saat itu. Kadang pula jika keinginan saya tidakdi turuti maka saya akan marah-marah kepada orang tua saya atau saya akan mengurung diri kamar dengan mengatakan tidak akan makan, karena setiap orang tua selalu menyayangi anaknya mereka tidak akan tega melihat anaknya mengurung diri di kamar tanpa makan yang pada akhirnya mereka akan menuruti kemauan saya agar anaknya mau makan kembali. Saya pun tumbuh menjadi anak yang manja, egois dan tidak bisa merasa puas. Komunikasi saya dengan orang tua saya pun sangat kurang sehingga saya tidak tau apa yang sedang dirasakan oleh ibu saya. Hingga suatu saat ibu saya harus masuk rumah sakit karena sebuah penyakit. Ibu saya pun harus menjalani operasi. Ternyata bekas dari operasi itu meninggalkan rasa sakit di tubuh ibu saya. Setelah itu ibu saya yang biasa bekerja keras melakukan aktivitas dengan semngat tanpa mengenal rasa lelah tidak bisa seperti itu lagi. Dia akan merintih sakit jika terlalu banyak beraktivitas. Namun sejak itu komunikasi saya dengan ibu saya menjadi lebih baik, yang biasanya saya tidak dapat bercerita apapun kepada dia saat itu saya menjadi lebih terbuka dan mengetahui apa saja yang sedang dirasakan ibu saya. Sejak saat itu pula saya terinspirasi untuk mengubah sifat saya yang manja dan egois itu. Saya pun belajar untuk menjadi mandiri, yang biasa yang tidak pernah membersihkan rumah saya pun mulai belajar untuk membersihkan rumah dan melakukan pekerjaan yang lain. Sehingga ketika saya harus tinggal di asramapun saya tidak repot lagi dengan hal-hal yang harus dikerjakan di sana. Karna saya sudah terbiasa mandiri. Ternyata sebuah komunikasi yang baik itu sangat penting dalam kehidupan kita.

Nama : Jerry Rizki

Nrp : G74100076

Laskar : 11

Cerita inspirasi

Ibuku adalah seseorang yang pitar segala, apapun pekerjaannya ia dapat mengatasi semuanya. Dialah yang menjadi inspirasi saya. Layaknya wanita yang telah berkeluarga ia melakukan aktivitas sebagai ibu rumah tangga. Namun dibalik itu semua ia adalah seorang sarjana yang pandai berwirausaha. Ibuku pernah bercerita saat dia ingin melamar pekerjaan ia tidak diterima lantara ibuku menggunakan jilbab dan ia enggan melepaskan jilbabnya hanya untuk mendapatkan pekarjaan. Karna saat itu peraturan yang ada adalah seorang pegawainya tidak baleh menggunakan jilbab. Aku sunguh kagum terhadap ibuku yang sangat teguh pendiria. Saat ia didat di terima sebagai pegawai itu tidak membuatnya putus asa hal itu yang memicu ibuku untuk berwirausaha tanpa menjadi pegawai di perusahaan manapun. Setelah menikah dan memiliki seorang anak ibuku membuat sebuah home industry makanan ringan yang terus berkembang selama beberapa tahun namun setelah mempunyai 3 anak lagi ia menutup home insdustri itu. Tapi itu bukn akhir dari usaha ibuku ia pantang menyerah kemudia ia melanjutkan dengan berwirausaha yang lainnya, dari berjualan , merias pengantin, katring, menyulam hingga menjahit ia pun bisa melakukan semua itu bahkan ia pun pernah bertenak ikan. Aku sunggu sangat kagum dan terinspirasi dari semua yang dilakukan ibuku, ia tidak pernah putus asa teguh pendirian. Ibukupun selalu mengajari aku untuk tidak pernah putus asa dan untuk belajar selalu , bukan saja hal akademik namun juga ia mengajari aku untuk berkreatifitas dalam sesuatu yang baru. Ia selalu menyemangati aku saat aku dalam kondisi yang tidak menentu. Dia lah yang selalu menjadi inspirasiku.

Comments